Beranda Nasional Politik Jangan Masuk Masjid

Politik Jangan Masuk Masjid

Dewan Masjid: Harus Jadi Fasilitator Semua Masalah

62
0
BERBAGI

JAKARTA – Keinginan untuk merebut kekuasaan acap kali membuat elit politik menggunakan segala cara untuk menang dalam kontestasi Pilkada maupun Pemilu. Salah satunya dengan menggunakan mimbar-mimbar masjid untuk memuluskan ambisinya.

Namun, sebelum hal itu terjadi, Dewan Masjid Indonesia (DMI) sudah mewanti-wanti untuk tidak melakukannya. Wakil Ketua DMI Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin meminta elit politik untuk tidak nekat menggunakan masjid sebagai medium berpolitik.

“Janganlah. Politik jangan dibawa ke masjid,” ujarnya saat menghadiri deklarasi Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) di Perpustakaan Nasional di Jakarta, Minggu (15/4). Pasalnya, jika agama dicampuradukkan dengan politik praktis, hal itu menimbulkan kerawanan sosial.

Meski demikian, dewan masjid harus mengambil peran dalam setiap persoalan atau pertikaian yang ada di masyarakat. “Pokoknya dewan masjid jadi fasilitator semua masalah,” imbuhnya.

Dibanding menjadikan sebagai medium politik, Syafruddin justru mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai poros perkembangan ekonomi di lingkungannya. Dia menjelaskan memakmurkan masjid tidak hanya dengan menggelorakan dakwah, namun juga dalam pemberdayaan masyarakat.

Syafruddin menambahkan saat ini, pihaknya tengah berupaya agar remaja-remaja di masjid dapat mengembangkan potensi ekonominya. Baik dengan koperasi, ataupun dengan memanfaatkan platform ekonomi digital. “Banyak hal yang bisa dikembangkan yang berbasis masjid bekerjasama dengan yayasan,” tuturnya. Sebagai contoh, Masjid Jogokaryan, Jogjakarta saat ini menjadi salah satu contoh masjid yang dinilai mampu memberdayakan warga di lingkungannya.

Selain itu, masjid yang memiliki nilai budaya juga memiliki potensi tersendiri. Untuk itu, pihaknya juga tengah mendorong lahirnya masjid-masjid wisata religi. Harapannya, bisa menggerakkan ekonomi warga di sekelilingnya. Sebagai contoh, bulan depan Masjid Agung Kota Cirebon akan dilaunching sebagai masjid wisata dengan mengkombinasikan dengan unsur-unsur kesultanan Cirebon. Selain Cirebon, masjid lainnya yang akan dikembangkan sebagai ada di daerah Sulawesi.

Sementara itu, dalam acara ISYEF kemarin, 106 organisasi remaja masjid di Jakarta dan sekitarnya melakukan deklarasi bertajuk ‘Awakening The Power of Economic From Masjid’. Dengan deklarasi itu, mereka berkomitmen untuk tidak menjadikan masjid hanya untuk ibadah, melainkan juga memberdayakan ekonomi. (far/jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here