Beranda Nasional Presiden Ajak Ulama Jabar Perangi Hoaks

Presiden Ajak Ulama Jabar Perangi Hoaks

8
0
BERBAGI

JAKARTA – Silaturahmi Presiden Joko Widodo dengan sejumlah ulama terus berlangsung. Terbaru, giliran perwakilan ulama se-Jawa Barat (Jabar) yang diundang presiden ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/4).

Sebelum ulama Jabar, ulama dari berbagai provinsi lainnya yang sudah diundang Presiden dalam dua bulan terakhir. Mulai dari ulama Kepulauan Riau (Kepri), ulama Kalimantan Selatan (Kalsel), ulama Sumatera Utara (Sumut), dan ulama Banten.

Ditemui usai pertemuan, Presiden Jokowi mengatakan pertemuan dengan ulama dilakukan sebagai salah satu cara menyerap aspirasi. Dia menilai, masukan yang disampaikan ulama bukan hal yang manipulatif, namun betul-betul persoalan rill yang ada di masyarakat. “Beliau-beliau ini kan tiap hari ada di bawah kok. Beliau-beliau ini yang mendengar keluhan-keluhan (masyarakat) kan,” ujarnya di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Vote

Masukan tersebut, lanjutnya, dibutuhkan pemerintah untuk merumuskan kebijakan. Yang nantinya diturunkan menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Saat ini sendiri, sudah ada sejumlah program yang dikeluarkan pemerintah berdasarkan masukan ulama. Seperti Bank Wakaf Mikro yang saat ini digulirkan di banyak pesantren. “Tapi yg paling penting apa bila ulama dan umaroh ini berjalan beriringan, Insya Allah negara ini aman tentram,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Terkait rencana silaturahmi dengan ulama provinsi berikutnya, Jokowi belum bisa memastikan. Namun pihaknya membuka peluang, kepada ulama mana pun untuk mengagendakan pertemuan, jika ada aspirasi yang hendak disampaikan demi kemajuan di daerahnya. “Terserah dari ulama yang ada di provinsi itu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rachmat Syafei mengatakan mesti sudah dekat pemilihan presiden (Pilpres) 2019, dalam pertemuan tidak disinggung soal politik. Pihaknya pun tidak menyampaikan dukungan ataupun saran terkait pilpres.“Kita hanya doa saja, supaya sehat lahir batin, bisa melaksanakan tugas negara. itu yang diungkapkan,” ujarnya.

Syafei menambahkan dalam forum, presiden dan ulama lebih banyak membahas problem di masyarakat. Mulai dari persoalan ekonomi, pesantren, air minum, sanitasi, hingga kekerasan anak.

Kalaupun ada pesan yang disampaikan presiden, lanjutnya, kepala negara meminta ulama untuk ikut memerangi kabar-kabar hoax dan fitnah yang belakangan banyak berkembang. “Kalau memang informasi itu ada datanya, ulama berkewajiban menyampaikan kepada masyarakat, namun jangan ikut-ikut memfitnah,” terangnya. (far/jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here