SHARE
ilustrasi pajak

RADARTASIKMALAYA.COM – Melonggarnya pembatasan kegiatan masyarakat sejalan dengan kasus Covid-19 yang terus menurun. Sektor perekonomian di Kota Tasikmalaya pun kembali bergairah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya Hadi Riaddy menyatakan saat ini transaksi jual beli masyarakat kembali bergeliat. Hal ini akan berdampak positif terhadap realisasi pajak di lapangan. ”Kita bisa lihat sendiri, tempat kuliner, wisata, orang mulai beraktivitas menuju kondisi normal seperti sebelum pandemi,” ujarnya kepada Radar saat ditemui di Bale Kota, Senin (23/5/2022).

Dia menuturkan pada libur Lebaran yang longgar be­berapa minggu lalu, aktivitas masyarakat lebih bergairah dari­pada Idul Fitri tahun lalu. ”Ketika mereka sudah operasional otomatis ada kewajiban yang harus dipenuhi salah satunya pajak. Meski prokes (protokol kesehatan) belum dicabut, tetap ada yang harus dijalankan karena belum hilang benar wabahnya,” tuturnya.

Tahun ini, lanjut dia, pihaknya dibebani penambahan target pajak sekitar Rp 19 miliar. Di mana, tahun lalu untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2021, Bapenda dipatok Rp 134 miliar. Kini menjadi sekitar Rp 153 miliar. ”Alhamdulillah sampai hari ini masih berproses insyaallah dan semoga target tercapai, kita sekarang sudah 32 persenan dari target APBD murni,” ujarnya.