Beranda Tasikmalaya Santri Mengaji Diterangi Lilin

Santri Mengaji Diterangi Lilin

9
0
BERBAGI

Komisi III Batal Mengundang PLN
SINGAPARNA – Seringnya listrik mati di sebagian Tasik Selatan berdampak pada kegiatan keagamaan. Pengajian rutin dan aktivitas di pondok pesantren harus menggunakan penerangan seadanya ketika aliran listrik mati.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cipatujah H Abdul Hamid mengungkapkan seringnya listrik mati sangat mengganggu kegiatan keagamaan baik di masyarakat maupun pondok pesantren. “Kami merasa terganggu dan tidak nyaman dengan kondisi listrik mati. Masa harus demo (untuk mendapatkan pelayanan maksimal, Red),” ungkap Hamid saat dihubungi Radar, Selasa (27/3).

Banyak santri di pondok pesantren yang mengeluhkan dengan kondisi ini. Selain untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari seperti menyetrika dan kebutuhan air menjadi terganggu. “Kami harapkan ada perhatian dari PLN terkait aliran listrik yang sering mati,” ujar yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Bihbul Desa Bantarkalong Kecamatan Cipatujah.

Selain itu, kegiatan keagamaan di masyarakat seperti pengajian rutin dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi terhambat dengan aliran listrik mati. Karena tidak jarang pelaksanaannya dilakukan pada malam hari. “Waktu kita pengajian di Desa Padawaras kemudian mati lampu, terpaksa pengajian dilanjutkan dengan menggunakan senter, jika tidak ada genset,” terangnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Cipatujah H Asep Saepulloh mengatakan dengan seringnya listrik mati sangat mengganggu kegiatan di lembaga pendidikan pesantren. “Kalau belajar mengaji malam hari santri terpaksa pakai lilin untuk penerangan. Pondok pesantren tidak punya genset,” jelasnya.

Wajar apabila ada gangguan teknis aliran listrik mati. Tapi apabila terlalu sering tidak baik juga dan berdampak kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.”Harus ada antisipasi supaya tidak terlalu sering aliran listrik mati,” harapnya yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Nursyamsiah Jarnauziah di Kecamatan Cipatujah ini.

Sementara itu, upaya Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk mengundang PLN terkait seringnya listrik mati dibatalkan. Pasalnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, PLN Area Tasikmalaya sudah menjelaskan panjang lebar terkait penyebab dan upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Jawaban dari PLN sudah mewakili apa yang menjadi pertanyaan selama ini. “Akan tetapi kami dorong supaya petugas PLN di wilayah Tasik Selatan ditambah, walaupun jawabannya sudah tidak bisa dilakukan penambahan personel lagi,” ujar Ketua Komisi III Ucu Mulyadi kepada Radar kemarin. Karena dengan penambahan personel bisa meningkatkan pelayanan terutama ketika ada gangguan teknis di lapangan.

Humas PLN Area Tasikmalaya Nurul mengaku sudah bicara banyak dengan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya melalui sambungasoal masalah teknis yang menyebabkan aliran listrik mati di Kecamatan Cipatujah. “Sudah dijelaskan semuanya, jadi tidak bisa memenuhi undangan karena sudah di jawab semua pertanyaan dari Komisi III. Dan beliau (Komisi III, Red) menerima alasan (tidak bisa memenuhi undangan, Red) tersebut,” ungkapnya. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here