Beranda Nasional Serba Tangan Kiri, Butuh Uluran Tangan

Serba Tangan Kiri, Butuh Uluran Tangan

9
0
BERBAGI
Prabowo

CIREBON-Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir di Kuningan dan Cirebon, Rabu (28/3). Di dua daerah ini, Prabowo dengan lantang bicara soal kondisi Indonesia saat ini.

Di Kuningan misalnya, bertempat di aula Hotel Prima Resort Sangkanhurip, Prabowo dengan semangat menyampaikan orasi. Negara Indonesia, kata Prabowo, didirikan oleh para orang tua terdahulu dengan darah, keringat, dan air mata.

Indonesia bangsa yang sangat besar, karena merupakan negara berpenduduk keempat di dunia. Luasnya pun seluas Eropa. 27 negara ada di Eropa, sedangkan dengan wilayah seluas Eropa, hanya satu negara Indonesia. “Ini karunia Allah SWT, karunia yang luar biasa,” ujarnya.

Kondisi Indonesia itu, sambung dia, membuat negara luar iri. “Makanya banyak yang ingin menjajah negara kita. Kita rebut kemerdekaan dengan keringat, darah, dan air mata. Kita diberi pelajaran oleh agama kita, Tuhan Maha Besar. Allah tidak akan mengubah suatu kaum, kalau kaumnya itu tidak mau mengubah dirinya sendiri. Kita tidak mau menurut ke bangsa asing, kita tidak mau bangsa kita terus-menerus menjadi sapi perahan bangsa lain,” tegasnya.

Apa yang dilakukan saat ini, lanjut Prabowo, merupakan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dia mengatakan, perjuangan di sisa hidupnya untuk mengamankan kekayaan Indonesia. Prabowo tidak rela kalau kekayaan Indonesia hanya dimiliki segelintir orang. “Karena prinsip saya ini, di sana banyak yang tidak suka kepada saya. Saya juga tidak suka sama mereka,” tandas Prabowo.

Turunnya Prabowo ke daerah-daerah, karena ingin meyakinkan masyarakat tentang kondisi negara saat ini yang dianggap sudah parah. Dia mengaku sering meyakinkan para elit di Jakarta, namun jarang didengar. Bahkan ia mengaku sering diejek. Apa yang disampaikan bukan berarti pesimistis, melainkan tekad kuat yang terus dibangun untuk kecintaannya terhadap rakyat Indonesia.

“Daripada saya ketemu meyakinkan orang tidak bisa diyakinkan, mending saya turun langsung ke masyarakat. Saya tidak pesimis. Saya dulu prajurit, dididik dan dilatih untuk membela bangsa dan rakyat. Saya siap mati untuk negara dan bangsa. Kita dididik untuk siap menghadapi kemungkinan yang paling jelek. Tentara dididik untuk melindungi rakyat,” ucap Prabowo.

Tujuan utama negara, sambung Prabowo, melindungi segenap tumpah darah rakyatnya. Seluruh rakyat Indonesia harus dilindungi. “Elit kita itu sok. Sering mengejek bangsa sendiri. Negara ini nasibnya ditentukan oleh para pemimpinnya. Kalau pemimpinnya banyak bohong, maka akan banyak dibohongi negara lain. Rezim manapun, penguasa manapun, kalau penguasa itu tidak setia kepada rakyatnya sendiri, maka penguasa itu tidak akan lama,” sindir Prabowo.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan kepada paslon kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/walikota yang diusung Gerindra agar tidak korupsi. “Jangan mencuri uang rakyat, jangan tipu rakyat,” tandasnya.

Dia prihatin karena saat ini banyak kepala daerah diproses hukum karena korupsi. “Saya titip kepada yang mau maju, saya titip bangsa ini. Jangan nurut kepada bangsa asing. Saya dibesarkan untuk cinta bangsa sendiri. Untuk itu, saya siap berjuang untuk kehormatan bangsa Indonesia. Ini bukan hanya di mulut. Indonesia akan kuat kalau pemimpin-pemimpinnya kuat dan sadar untuk menjaga rakyat,” ucap Prabowo.

Sementara itu, di Cirebon Prabowo Subianto bertemu ribuan kader dan simpatisan Gerindra di Ballroom Apita. Pada kesempatan itu, dia juga kembali menyinggung soal Indonesia bubar tahun 2030. Indonesia bubar yang disampaikan beberapa waktu lalu, dan sampai saat ini masih ramai diperbincangkan, kata Prabowo, bukan pendapat pribadi.

Dia mengatakan, Indonesia bubar itu hasil analisis pihak asing. Karena itu, sambung dia, harusnya menjadi peringatan bagi pemerintah. Menurutnya, makin banyak aset negara lepas ke pihak asing. “Sementara masih banyak masyarakat yang miskin dan menderita. Negeri kita ini kaya raya. Tapi belum mampu mensejahterahkan rakyatnya. Kondisi inilah yang kemudian menjadikan negara Indonesia diprediksi bubar di tahun 2030,” tandas Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu menegaskan tidak akan tinggal diam melihat rakyat Indonesia sengsara akibat ulah elit-elit politik yang menjual aset negara. “Berbagai persoalan seolah tidak ada habisnya tanpa penanganan serius di negeri ini. Mulai dari permasalahan pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga utang luar negeri yang kian membengkak,” paparnya. (muh/sam/RadarCirebon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here