Beranda Info Dewan Pemerintah Kota Tasikmalaya Siapkan Pembangunan Kota Berkelanjutan

Pemerintah Kota Tasikmalaya Siapkan Pembangunan Kota Berkelanjutan

70
0
BERBAGI
TANDA TANGAN. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Agus Wahyudin SH MH menandatangani nota RPJMD Kota Tasikmalaya 2017-2022 usai Musrenbang RPJMD tingkat Kota Tasik baru-baru ini.

TASIK – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tasikmalaya Tahun 2017-2022 sudah selesai disusun dan akan segera disampaikan ke DPRD. Dengan Visi Kota Tasikmalaya yang Religius dan Madani, dijabarkan dalam lima misi yaitu mewujudkan tata nilai kehidupan masyarakat yang religius dan berkearifan lokal, mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan daya beli masyarakat, memantapkan infrastruktur dasar perkotaan guna mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan yang berwawasan lingkungan, memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin SH MH menuturkan RPJMD merupakan tahapan ketiga dari pencapaian visi jangka panjang atau RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) 2005-2025, untuk menuju Kota Industri Termaju di Jawa Barat.
Misi Pembangunan Kota Tasikmalaya 2005-2025 adalah mempertahankan kota agamis, kota budaya, menciptakan para pelaku usaha dan bisnis, SDM yang handal, pemerintahan good governance, membangun sektor unggulan dan kota aman, nyaman serta sehat.

“RPJMD 2017-2022 ini menjadi pedoman dan acuan dalam penyusunan Renstra Perangkat Daerah dan RKPD,” tutur Agus saat memberikan sambutan di acara Musrenbang Tingkat Kota Tasikmalaya belum lama ini.

Letak geografis Kota Tasikmalaya, kata Agus, berada di posisi yang strategis. Kemajuan Kota Tasikmalaya menuju kota metropolitan atau kota yang berpenduduk padat di tahun 2025 nanti. Sehingga banyak tantangan yang harus dihadapi dan disiapkan sejak saat ini.

“Jumlah penduduk akan menjadi tantangan di masa yang akan datang. Sehingga kita harus mempersiapkan pembangunan kota yang berkelanjutan dan disertai dengan pembangunan berwawasan lingkungan,” jelasnya.

Pertambahan penduduk akan berimbas pada penyempitan lahan dan munculnya berbagai gejala sosial atau ketimpangan sosial di masyarakat. Untuk mengendalikan ketimpangan sosial salah satunya melalui peningkatan kesejahteraan serta pemerataan ekonomi.

“Menutup kesenjangan ekonomi salah satunya melalui pembangunan infrastruktur. Kenyataannya pendapatan penduduk Kota Tasikmalaya belum mampu mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat, yang artinya pendapatan yang diterima golongan atas lebih besar dari masyarakat pada umumnya,” jelasnya lagi.

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sudah semestinya pemerintah lebih banyak investasi di sektor pendidikan. Kemudian memperhatikan kesediaan pangan, yang lambat laun lahannya makin menyempit.

“Untuk membangun kemandirian ekonomi keberadaan UMKM dan koperasi juga harus diperhatikan. Kita juga punya keterbatasan sumber daya alam, maka dari itu kita harus memacu potensi dan peluang investasi baik skala kecil maupun skala besar,” ungkapnya.

Berkaitan dengan iklim investasi, sangat ditentukan oleh sistem keamanan dan kondusivitas daerah. Oleh karena itu, dalam RPJMD ini pun diharapkan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlakulkarimah. (tin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here