Beranda Banjar Sikapi Soal SP Honorer, Massa HMI Datangi Inspektorat dan Setda

Sikapi Soal SP Honorer, Massa HMI Datangi Inspektorat dan Setda

78
0
BERBAGI
ORASI. Sejumlah mahasiswa saat berorasi di depan kantor wali kota Banjar Jumat (6/4). Mereka menuntut pemerintah kota segera melakukan investigasi untuk mengungkap dugaan pemalsuan SP Honorer.

BANJAR – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banjar menuntut Pemerintah Kota Banjar bertindak cepat dalam mengungkap kasus dugaan pemalsuan SP Honorer yang sudah mencoreng lembaga pemerintah.

Tuntutan itu disampaikan dalam aksi yang digelar di depan kantor Inspektorat Kota Banjar dan kantor Wali Kota Banjar.

Dalam orasinya, korlap aksi damai HMI Ramdhani menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, pemkot harus bertindak profesional dan kooperatif. Kedua, Inspektorat harus segera menginvestigasi kasus dugaan pemalsuan SP Honorer. Ketiga, Pemkot harus menyampaikan hasil investigasi kepada publik melalui konferensi pers.

“Kami menuntut pemerintah kota harus segera melakukan tindakan responsif untuk menyelesaikan kasus ini. Kasus ini sudah mencemarkan nama baik Kota Banjar,” ujar Ramdhani di hadapan Inspektur Kota Banjar Ojat Sudrajat serta polisi dan Satpol PP yang menjaga aksi damai tersebut Jumat (6/4).

Ketua HMI Cabang Kota Banjar Joko Nurhidayat mengatakan aksi ini digelar buntut dari kesabaran dalam menyikapi kasus pemalsuan SP Honorer.

Ia menilai kasus ini sudah bergulir hampir satu tahun, namun belum ada tindakan konkret dalam menyelesaikan kasus yang mencatut salah satu ASN di BKPPD Kota Banjar.

“Ini kasus sudah terjadi April tahun lalu. Sudah satu tahun kasus ini belum diselesaikan. Kami mendorong pemerintah supaya bertindak profesional dan terbuka. Jangan tutup mata,” ujarnya.

Inspektur Kota Banjar Ojat Sudrajat menyampaikan kepada mahasiswa jika pihaknya masih menunggu surat perintah dari Plt Wali Kota drg Darmadji Prawirasetia.

“Kami tetap melaksanakan sesuai prosedur. Meski ada presure dari aksi seperti ini juga kalau tidak ada surat perintah dari wali kota tetap tidak bisa melakukan investigasi,” kata Ojat menjawab tuntutan yang disampaikan para mahasiwa.

Asisten Sekda Bidang II Sosial Ekonomi Pembangunan Administrasi Agus Eka Sumpana mengatakan akan meneruskan aspirasi belasan mahasiswa kepada plt wali kota. Ia menjelaskan dirinya diperintah sekda untuk menemui pendemo.

“Pak plt dan pak sekda sedang ada kegiatan. Tadi (kemarin) saya diminta pak sekda untuk menemui adik-adik mahasiswa. Saya sampaikan semua aspirasi kepada plt wali kota,” janjinya kepada mahasiswa kemarin.

Ia mengakui dampak dari pemalsuan SP Honorer dapat merusak citra pemerintah kota. Pemkot akan segera menelusuri dengan melaksanakan investigasi.

“Menurut saya, meskipun tidak ada laporan dari korban atau OPD yang dicatut namanya, plt memiliki kewenangan untuk memerintahkan Inspektorat investigasi. Karena masalah ini ini sudah menjadi konsumsi publik. Plt memiliki kewenangan tanpa harus ada laporan,” katanya. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here