Beranda Tasikmalaya SMK di Pelosok Berjuang Selenggarakan UNBK

SMK di Pelosok Berjuang Selenggarakan UNBK

101
0
BERBAGI
MENGERJAKAN. Peserta didik SMK Darul Hikmah Desa Sindangasih Kecamatan Cikatomas mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Kamis (5/4).

CIKATOMAS – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejatinya dilakukan sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas dan terjangkau jaringan internet baik. Banyak sekolah tak bisa melaksanakan UNBK karena akses jaringan terbatas. Hal tersebut tidak berlaku bagi SMK Darul Hikmah di Kampung Mekar Harum Desa Sindangasih, Cikatomas.

Walaupun berada di daerah pelosok, sekolah yang didirikan oleh Sekjen Serikat Petani Pasundan (SPP) Agustiana ini mampu menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Padahal jarak dari Kantor Kecamatan Cikatomas yang berada di pinggir jalan raya mencapai 26 kilometer, dengan akses jalan sebagian rusak serta dikelilingi pepohonan.

Melihat kondisi sekolah yang berada di pelosok, sejatinya mustahil atau berat bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Akan tetapi dengan semangat yang kuat, semuanya menjadi bisa direalisasikan.

Vote

Kepala SMK Darul Hikmah Imat Rohimat SPd didampingi Wakasek Kurikulum Egi Hendria mengatakan awalnya ingin menyelenggarakan UNBK karena tuntutan atau keharusan. Melihat kondisi yang ada, dalam artian sekolah berada di daerah yang jauh dari kota cukup pesimis.

Tapi semangat luar biasa dari siswa, guru dan masyarakat untuk menyelenggarakan UNBK secara mandiri menjadi motivasi untuk berjuang merealisasikannya. “Karena kita berpikir kalau menyelenggarakan UNBK ke sekolah lain berat dan menjadi beban siswa.

Mengingat keberadaan sekolah ini untuk menyediakan layanan pendidikan gratis untuk masyarakat,” ujarnya kepada Radar, Kamis (5/4).

Sekolah terus memutar otak untuk mencari cara dalam menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Akhirnya melakukan komuniasi dengan PT Pancamandala di Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras yanh memiliki akses jaringan kuat.

Diskusi panjang terjadi, ada titik terang untuk sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri walaupun jarak dari Pancamandala ke sekolah mencapai 52 kilometer.

Yaitu dengan membangun tower guna menangkap sinyal dari kawasan Pancamandala ke sekolah. Pancamandala merupakan kawasan teknologi informasi yang mempunyai jaringan internet cukup baik meliputi lima desa.

“Ada tiga tower yang dibangun, dua dibangun di desa dan satu di sekolah. Untuk di desa ketinggian tower 32 meter, sedangkan di sekolah 24 meter,” terangnya. Jadi dari Pancamandala masuk dulu ke desa lalu ke sekolah.

Dengan waktu mepet dan pengerjaan jaringan dari PT Pancamandala serta penyetingan server dan sistem UNBK dilakukan oleh siswa. Akhirnya dua hari dua malam semuanya berjalan dengan lancar dan bisa digunakan.

“Memang sempat ada kendala karena sinyal tidak tertangkap, tapi terus berusaha dan memasang lampu dengan jarak sorot yang lebih jauh untuk mencari tower dari Pancamandala, akhirnya sinyal bisa ditemukan,” bebernya.

Jaringan yang didapat cukup bagus dengan kecepatan internet mencapai 100 Mbps dan saat pelaksanaan UNBK tidak menemui kendala pada jaringan.

Kata dia, sekolah memang tidak gratis dalam membuat jaringan untuk menyelenggarakan UNBK secara mandiri.

Dalam membuat server saja harus mengeluarkan uang sebesar Rp 30 juta yang semuanya ditanggung pihak sekolah tanpa membebani siswa.

“Alhamdulillah ada swadaya dari masyarakat termasuk honor guru selama enam bulan secara sukarela diberikan untuk kebutuhan UNBK dan sejauh ini tanpa ada bantuan dari Pemkab Tasikmalaya,” terangnya.

Sedangkan untuk pembangunan tower sendiri menghabiskan biaya Rp 25 juta. Namun untuk pembangunan tersebut semuanya dibiayai oleh Pemerintah Desa Sindangasih.

Ini merupakan UNBK yang pertama kalinya, pihak sekolah menyediakan 12 unit komputer dengan pembagian tiga kelompok, dimulai sejak pukul 08.00-16.00 yang diikuti oleh 25 siswa.

Sebelumnya memang maysarakat dan orang tua ragu dengan pelaksanaan UNBK, termasuk siswa juga banyak yang belum paham.

Akan tetapi dengan semangat para guru siswa yang awalnya gemeteran memegang komputer sekarang mulai terbiasa.

Selama pelaksanaan UNBK, SMK Darul Hikmah tidak memiliki kendala dalam jaringan. Bahkan hadir juga Pengawas SMK dari Provinsi Jawa Barat Yadi Gunawiyadi MPd melihat proses UNBK dengan lancar. (yfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here