Beranda Nasional Soal Puisi Sukmawati, Begini Tanggapan Para Selebriti

Soal Puisi Sukmawati, Begini Tanggapan Para Selebriti

82
0
BERBAGI
Rahmawati

JAKARTA – Puisi “Ibu Indonesia” milik Sukmawati terus menuai reaksi dari berbagai kalangan, termasuk para selebriti Indonesia.

Sebab, puisi yang dibacakan saat acara Indonesian Fashion Week 2018 itu menuai kecaman lantaran dianggap SARA.

Melalui Instagram pribadi masing-masing, para selebriti ini tergerak untuk ikut menyuarakan pandangan mereka terkait puisi tersebut.

Vote

Berikut ini tanggapan selebriti Indonesia soal puisi “Ibu Indonesia” milik Sukmawati.

1. Kartika Putri
Melalui Instagramnya, Kartika Putri mengatakan, “jika tidak tahu akan Syariat Islam lebih baik Mencari tahu atau Jauh lebih DIAM saya rasa itu lebih bijak”.

2. Umi Pipik
Berbeda dengan Kartika, Umi Pipik menanggapi dengan menulis puisi. Dalam puisinya, ia mengaku marah dengan puisi Sukmawati yang menyinggung soal pakaian juga adzan.

3. Arie Untung
Dengan mengunggah suara Adzan, Arie Untung mengatakan, menyebut suara adzan lebih rendah dari kidung menunjukkan orang tersebut sangat tidak Pancasilais.

Namun begitu, Arie mengajak followernya untuk tetap sabar menanggapi hal tersebut.

“Sing waras ngalah sbntr deh.Tetaplah bersabar saudara2ku, adapun pihak2 yg “menguji kesabaran” kita senyumin aja, Sy ingat sebuah uraian “Jika org fasik tidak mampu lagi menunjukan kebaikan yg dibalut kepalsuan, yg tersisa hanya tinggal menyombongkan kebodohannya”,” ucapnya.

A post shared by Arie Untung (@ariekuntung) on

4. Inggrid Kansil
Istri politisi Syarief Hasan ini ikut memberikan pandangannya terkait polemik puisi Sukmawati dengan mengunggah ulang tulisan Ustad Felix Siauw “Kamu Tak Tahu Syariat”.

Tulisan tersebut melengkapi postingan fotonya yang tampil dengan cadar.

5. Indadari
Melalui Instagramnya, Indadari terlihat beberapa kali mengunggah postingan terkait pandangannya soal puisi “Ibu Indonesia”. Mulai dari kata-kata puitis hingga bernada humor.

 

 

 

Sementara itu, Sukmawati sudah memberi penjelasan terkait puisinya itu bahwa tidak ada tendensi menyinggung ajaran Islam atau pun SARA.

“Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya ga ada SARA-nya. Di dalam puisi itu,” ujar Sukma.

(zul/pojoksatu)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here