SHARE
TUNJUKKAN. Pengurus KONI Kota Tasikmalaya Aa Kadir Fuad menunjukkan bukti SK kepengurusan dan honor yang mesti diterima sejumlah pengurus saat menyuarakan tuntutan hak di area Dadaha, Minggu (5/6/2022).

DADAHA, RADSIK – Mantan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya menuntut sejumlah hak yang selama tujuh bulan terakhir belum diterima di era kepengurusan ketua sebelumnya H Edi Supriadi.

Bidang Pembibitan dan Inovasi KONI Kota Tasikmalaya Periode 2016-2020 dan periode 2020, Aa Kadir Fuad Ruli, menerangkan, sudah melayangkan permohonan terhadap pengurus KONI periode sekarang, kaitan tuntutan hak selaku pekerja di organisasi tersebut. ”Kami hanya menutut hak gaji kami yang belum dibayar selama tujuh bulan lamanya, tidak menuntut hak lain. Pekerjaannya sudah kami kerjakan, masa sampai hari ini belum dibayarkan,” ucapnya sambil memperlihatkan SK kepengurusan periode tersebut di kompleks Dadaha, Minggu (5/6/2022)

Aa tidaklah sendirian, sebanyak 24 pengurus lainnya juga ditipu. Mereka diminta menandatangani berkas laporan gaji Tahun 2018, dengan dalih akan dibayar secara rapel di kemudian hari. Mereka tidak terlibat dalam skandal kasus yang menjerat komite olahraga itu beberapa tahun lalu. ”Namun faktanya, sampai sekarang tak ada lagi pengurus yang terima hak tersebut. Padahal, selepas pemilihan ketua pada tahun 2021, ketua baru sempat menjanjikan untuk memperjuangkan hak mereka, namun baru satu bulan saja sempat diterima kelanjutannya tidak ada,” keluhnya.