Beranda Kota Tasik Tak Berdaya Tangani Sampah

Tak Berdaya Tangani Sampah

64
0
BERBAGI
TPS LIAR. Sampah menumpuk di pinggir Jalan Tamansari, Minggu (8/4).

CIHIDEUNG – Tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kota Tasikmalaya bermunculan di beberapa ruas jalan. Tumpukan-tumpukan sampah pun su­dah menjadi pe­man­da­ngan sehari-hari para pengendara dan warga se­kitar. Kekumuhan di jalan-jalan ini menandakan ketidakmampuan pe­merintah dalam menangani sampah.
“Sudah biasa, setiap me­lintas di wilayah ini dihiasi tumpukan sampah. Karena lahan kosong ya wajar saja,” ujar pengendara di wilayah Argasari, Panji Ginanjar (30) kepada Radar, Minggu (8/4).
Di lokasi lainnya, di Jalan Tamanjaya Kecamatan Tamansari, Wawan Dar­mawan (43) merasa di­rugikan keberadaan TPS liar di wilayahnya. Di sisi lain, jalur lingkungannya merupakan rute menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir. “Ya kita cuma bisa pasrah dan menegur apabila kedapatan orang buang ke TPS. Andalkan armada pengangkut juga sulit. Sebab ketika melintas ke sini kondisi truk sudah penuh sampah dari kota,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya H Dudi Mulyadi menjelaskan pihaknya mengidentifikasi sebanyak 17 titik ruas jalan kerap dijadikan tempat pembuangan sampah. Di antaranya Jalan Ir H Juanda, Gubernur Sewaka, Cieunteung, Letjen Ibrahim Ajie perbatasan Indihiang-Kabupaten Tasikmalaya, serta jalur lainnya. “Itu yang teridentifikasi oleh kami. Belum lagi di pelosok-pelosok,” terangnya.
Dudi menjelaskan meski ilegal, pihaknya tidak lantas lepas tangan. Pengangkutan pun dilakukan. Meskipun tidak rutin setiap hari, lantaran terbatasnya armada yang memberi layanan ke titik-titik legal.
“Rata-rata lokasinya itu di lahan kosong, jalur-jalur sepi dan lainnya. Kita mengangkut juga memakan waktu lantaran sampahnya berceceran tidak seperti di depo legal,” keluhnya.
Menurut dia, hampir di setiap jalur protokol disediakan TPS. Terutama di jalur sibuk dan padat. Namun, depo sampah yang terdapat kontainernya, hanya berada di empat lokasi. Belakang Mayasari Plaza, Kompleks Dadaha, Wilayah Pasar Cikurubuk, dan Pasar Pancasila serta Jalan Cieunteung.
Pihaknya bukan tidak berupaya menambah kontainer sampah. Hanya saja, masyarakat kerap enggan lahan dibebaskan untuk penyimpanan kontainer. “Minimalnya itu kan lahan depo 7 bata. Tapi kendalanya ada tidak warga yang lahannya mau dibebaskan untuk dijadikan depo sampah. Rata-rata enggan karena kesannya akan jadi lingkungan kumuh,” terang Dudi.
Idealnya, kata dia, tiga kecamatan di wilayah kota sudah harus memiliki depo per RW. Di mana di depo tersebut terjadi aktivitas memilah sampah untuk meminimalkan volume yang diangkut ke TPA Ciangir. Ditambah lagi kondisi armada pengangkut sampah terbatas. Dan terdapat beberapa ruas jalan yang bukan merupakan jalur rutin pengangkutan. “Bukan tidak kita angkut, jalur rutin dan legal juga tidak cukup sehari dua kali dilaksanakan pengangkutan sampah. Pagi diangkut, siang ada lagi. Jadi harus 3 sampai 4 kali per hari agar efektif,” paparnya.
Mantan manajer Persikotas di Liga 3 Tahun 2017 itu menceritakan saat ini pelayanan pengangkutan sampah memprioritaskan jalur rutin serta terdapat kontainer depo sampah. Meski armada terbatas yakni hanya 19 unit truk pengangkut, penumpukan tidak sampai dibiarkan selama satu minggu.
Sementara, kata dia, jumlah Kartu Keluarga (KK) yang dilayani sekitar 240 ribu dan retribusi yang masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) cuma 14 ribu KK. “10 persenan saja,” jelas Dudi.
Dia pun menambahkan personel yang diterjunkan untuk penarikan retribusi hanya 28 orang. Tetapi apabila kesadaran ketua RW masing-masing wilayah sudah tinggi, tentunya tidak sulit dalam melakukan penarikan dan berimplikasi terhadap optimalnya pelayanan.
Faktanya, masih banyak kasus ditemukan dari rumah per rumah sudah menyetorkan tetapi tidak sampai atau salah penyaluran dari level RW. “Sebetulnya hanya Rp 2 ribu per bulan. Alhamdulillah sekarang mulai tumbuh kesadaran warga membentuk wadah khusus untuk penghimpunan retribusi, hanya belum merata dan menyeluruh,” tandasnya. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here