Beranda Pangandaran Temukan 28 Kaleng Ikan Makarel yang Dilarang

Temukan 28 Kaleng Ikan Makarel yang Dilarang

32
0
BERBAGI

PARIGI – Tim inspeksi mendadak (sidak) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mengecek peredaran ikan makarel kemasan kaleng mengandung cacing yang dilarang dikonsumsi oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Rabu (4/4).

Tim sidak itu terdiri dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi UMKM dan Perdagangan (DPMPTSP KUMKMP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP), Bagian Ekonomi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian.

Kepala DPMPTSP KUMKMP Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan setidaknya ada 27 merek yang terdiri dari 16 produk impor dan 11 produk lokal ikan kaleng yang dilarang beredar oleh BPOM.

Vote

“Untuk itu kami pun melakukan sidak bersama tim gabungan sambil menyebarkan imbauan dari BPOM. Kami melaksanakan tugas kami untuk melakukan pengawasan,” ujarnya kepada Radar.

Dalam sidak tersebut, mereka menemukan 28 ikan kaleng yang ada dalam daftar BPOM. Sebanyak 27 kaleng ditemukan di Pasar Kalipucang dan satu lagi di Pasar Pangandaran.

“Semuanya jenis ikan makarel,” tuturnya.
Pihaknya tidak langsung menyita ikan kaleng tersebut. Karena tidak memiliki kewenangan. “Kami memerintahkan para pedagang untuk tidak menjualnya. Kalau penyitaan dan penarikan itu wewenang BPOM,” ujarnya.

Selain ke pasar tradisional, tim gabungan juga melakukan sidak ke beberapa minimarket.

“Kalau di minimarket hasilnya nihil. Soalnya dari beberapa minggu lalu sejak informasi ini menyeruak, beberapa merek yang terlarang itu sudah tidak mengirimkan barangnya lagi,” ujarnya.

Salah seorang warga Sukimin (31) mengatak keluarganya sekarang jarang makan ikan kaleng karena isu tersebut. “Takut ada cacingnya,” singkatnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here