Beranda Kota Tasik Tingkatkan Kualitas Juri Kesenian, Disporabudpar Lakukan Ini

Tingkatkan Kualitas Juri Kesenian, Disporabudpar Lakukan Ini

14
0
BERBAGI

KOTA TASIK – Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pegiat seni di Kota Tasikmalaya, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya mengadakan pembinaan dan pelatihan juri Karawitan dan Tari, bertempat di City Hotel Tasikmalaya, Jalan Sukalaya Barat Kecamatan Cihideung, Selasa (27/3).

Kegiatan diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai kalangan pegiat seni. Seperti dari sanggar seni, praktisi, hingga dari kelompok-kelompok seni karawitan dan tari di Kota Tasikmalaya.

Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya H Undang Herdiana mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah terkait peningkatan manajemen pengelolaan seni budaya di Kota Tasikmalaya melalui peningkatan kapasitas SDM-nya.

Vote

“Penyelenggaraan event seni itu sangat terkait dengan bagaimana kepiawaian seorang juri. Itu perlu untuk diberikan penguatan dan pemahaman tentang konsep dasar yang profesional sehingga akhirnya dapat menilai sesuai kualitas,” ujarnya.

Pada pembinaan dan pelatihan tersebut, tambah Undang, para pegiat seni juga diarahkan untuk bersama-sama menggali potensi daerah di Kota Tasikmalaya, agar tercapai ciri khas lokal untuk menjadi city branding Kota Tasikmalaya.

Terpisah, salah satu narasumber dari Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jaja DM mengatakan, peningkatan kualitas dan kapasitas juri kesenian itu sangat penting.

Pasalnya, kata dia, perlombaan kesenian seringkali berhadapan dengan subjektivitas juri.

“Untuk meminimalisir itu, diperlukan pelatihan terkait manajemen perlombaan sehingga juri-juri bisa objektif dan menilai sesuai dengan formula yang seharusnya,” katanya kepada radartasikmalaya.com.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) Bode Riswandi, dimana ia melihat saat ini mekanisme penjurian kesenian seringkali memicu perdebatan karena didasarkan pada subjektivitas.

“Bukan persoalan suka atau tidak suka, tapi harus menilai secara objektif dengan dasar keilmuannya,” ujar Bode.

Kegiatan pembinaan dan pelatihan tersebut juga mendapatkan apresiasi dari pemerhati seni Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi.

Ia mengatakan bahwa kompetensi juri itu perlu ditingkatkan, selain untuk legal formal juga supaya juri memiliki integritas ketika melakukan penjurian.

“Kegiatan seperti ini harus dilakukan rutin setiap tahun, supaya meminimalisir terjadinya masalah di lapangan. Karena kalau tidak paham integritas, hasil lomba bisa jadi masalah,” ungkap Kepler ditemui di sela acara. (sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here