SHARE
PASANG STIKER. Tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya bersama dari Dinas PUTR Kota Tasikmalaya melakukan penertiban dan pendataan sejumlah tiang reklame di wilayah Kota Tasikmalaya, kemarin.

KOTA, RADSIK – Bagi sejumlah perusahaan di Kota Tasikmalaya yang belum membayar pajak reklamenya, siap-siap untuk ditutup oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya. Sejumlah titik reklame di Kota Tasikmalaya disinyalir belum membayar pajak. Hal ini terungkap saat dilakukan penertiban pajak reklame oleh Bapenda Kota Tasikmalaya dan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Senin (20/6/2022).

Kabid Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Pajak Daerah Bapenda Kota Tasikmalaya Agung Arif Revolian SKM menjelaskan, penertiban dilakukan untuk menjalankan amanat Undang-Undang dan Peraturan Daerah Tetang Pajak Daerah. Selain itu penertiban juga dilakukan sebagai salah satu indikator penilaian kinerja pengelolaan pendapatan daerah dan pengendalian perizinan juga menjadi tolak ukur pencapaian target pendapatan pada jenis pajak reklame.

“Kami melakukan penertiban terhadap wajib pajak yang menunggak pembayaran pajak daerahnya. Juga ingin mengetahui sejauh mana ketaatan perizinannya. Kami memasang kode tiang di setiap reklame. Bagi perusahaan yang tidak memiliki kode tiang, untuk segera melapor ke Bapenda Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Pajak Daerah,” tegas Agung.

Apabila pemilik reklame tidak memasang stiker masa tayang, kata Agung, maka perusahaan akan diberikan sanksi tegas berupa penutupan dan atau penyegelan reklame sesuai ketentuan perundangan-undangan. “Penertiban ini untuk dapat mencapai target pajak reklame agar segera terealisasi sebagai pendapatan daerah. Sehingga kami perlu melakukan identifikasi wajib pajak reklame,” tegasnya lagi.