SHARE
DEKLARASI. Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf menandatangani komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kompleks Olahraga Dadaha, Senin (6/6/2022).Firgiawan/Radar Tasikmalaya

DADAHA, RADSIK – Persoalan sampah di Kota Tasikmalaya masih menjadi topik menarik yang diperbincangkan publik. Betapa tidak, selama beberapa bulan terakhir, pemerintah cukup kewalahan menangani peningkatan produksi sampah ditambah terbatasnya sarana prasarana.

Minimnya alat berat di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir, yang sudah melampaui kapasitas, juga menjadi beban pekerjaan.

Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf menelaah sejatinya persoalan sampah tidaklah rumit. Tatkala sinergitas dan kesadaran bersama dalam mengelola sampah terbangun, tentu bisa ditangani dengan baik.

”Kalau ada sampah yang kiranya bisa diolah tidak perlu dibuang. Kemudian, jangan buang sampah sembarangan, karena kapsitas TPA Ciangir sangat terbatas. Sehingga kalau sampah terus-terusan dibuang seenaknya, tidak akan tertampung,” tuturnya saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kompleks Olahraga Dadaha, Senin (6/6/2022).

Menurut dia, dari jumlah 200 ton produksi sampah perhari, 30 persen di antaranya merupakan sampah plastik. Mestinya bisa dikelola supaya bisa mereduksi volume yang diangkut ke tempat akhir. ”Kami sudah instruksikan Dinas LH bekerja sama dengan pihak swasta, siapa yang siap untuk mengelola sampah. Paling tidak, dari 200 ton produksi sampah, 100 tonnya bisa terurai tak semua dibuang ke sana (TPA, Red),” katanya.