Usai Diperiksa, Presiden PKS Tantang Fahri Hamzah, Berani Gak?

JAKARTA – Presiden PKS Sohibul Iman memenuhi panggilan Polda Metro Jaya atas kasus yang dilaporkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Sohibul ditemani fungsionaris partai Sekjen partai Mustafa Kamal, dan Wasekjen Mardani Ali Sera.

Kuasa Hukum Presiden Sohibul, Indra mengatakan, kedatangan kliennya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya sebagai wujud ketaatan proses hukum yang sedang berjalan.

“Di saat beliau juga begitu sibuk dan agenda juga begitu padat, tapi sebagai respon, sebagai warga negara yang baik, tentu panggilan ini harus dipenuhi,” kata Indra di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2018).

Tak hanya itu, lanjut Indra, pihaknya juga akan melakukan perlawanan hukum terhadap pelapor Fahri Hamzah.

Apalagi pasal-pasal yang dituduhkan kepada kliennya itu cendrung pasal karet yang kerap dtuduhkan untuk menyerang kepentingan kekuasaan.

Sebab ia menilai, pasal-pasal yang dituduhkan Fahri terhadap Sohibul itu dianggapnya missleading, tidak berdasar dan pasal karet.

“Kita tau ya pasal 27 ayat 3, pasal 45 ayat 3, pasal 310 dan 311 KUHP itu Pasal karet yang selama ini kerap digunakan untuk menyerang kepentingan kekuasaan,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya siap melakukan perlawanan hukum dengan dukuman-dokumen yang telah disiapkan pihaknya.

“Nanti proses hukum akan berjalan dan kita siap dengan segala bukti pembelaan, dokumen yang telah kita siapkan sedemikian rupa, kita sampaikan pihak penyidik,” tutupnya.

Sohibul sendiri tak lama menjalani pemeriksaan penyidik. Hanya sekitar 15 menit saja.

Ditanya kenapa pemeriksaan tersebut hanya berjalan 15 menit, Sohibul enggan merincinya.

“Namanya pembicaraan awal demikian. Intinya saya sebagai warga negara wajib menghormati proses hukum yang berlaku dan juga institusi penegak hukum,” jelasnya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan cuitan dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang akan melaporkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke Polda Metro Jaya, Kamis (8/3/2018).

Fahri sendiri sudah memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi pelapor.

Laporan itu bernomor LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus per tanggal 8 Maret 2018 pukul 15.15 WIB.

Atas laporan itu, Sohibul terancam dikenakan Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP. (fir/pojoksatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *